Minggu, 02 Oktober 2011

Calhaj Diminta Waspadai Perubahan Cuaca


05:10 |

Jeddah (MCH)--Cuaca panas di kota Jeddah yang akan dijadikan tempat pendaratan jamaah haji Indonesia mencapai 38 derajat celsius. Meski demikian, arah cuaca ke depan akan lebih sejuk sehingga yang harus diwaspadai bukan hanya suhu, tetapi juga kelembabannya.
"Selain itu waspadai juga kecepatan angin," kata Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr Mawari Edi Alimu kepada wartawan di daerah kerja (Daker) Jeddah, Sabtu (1/10). Ia mengatakan demikian karena angin kencang akan mengakibatkan debu naik dan menyerang jamaah sehingga gampang batuk.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi itu, jelas Mawari, petugas kesehatan telah menyiapkan masker bagi jamaah haji. Keberadaan masker ini bukan hanya untuk menutup hidung, tetapi juga untuk menahan suhu dan kelembababn.

Persoalan penting lainnya, sebelumnya disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab saudi Dr M Syairozi Dimyathi bahwa petugas kesehatan bersama petugas bimbingan ibadah akan mencatat peribadatan para jamaah haji yang sakit, baik dari Daerah istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, maupun provinsi lainnya. Langkah itu akan dilakukan secara intensif oleh para petugas.

"Pemantauan peribadatan ini akan dilakukan terhadap jamaah haji yang usianya sudah uzur supaya saat pulang sudah lengkap ibadahnya sehingga tidak menimbulkan keraguan bagi dirinya maupun keluarga di tanah air," tutur Syairozi.

Ditanya mengenai ibadah apa yang dicatat, menurut Kadaker Makkah Arsyad Hidayat Jurjani, salah satu ibadah yang ditakutkan belum dilaksanakan, seperti tawaf ifadah dan rukun-rukun haji lainnya. "Itu perlu direkam supaya selesai pelaksanaan ibadahnya sehingga jamaah haji yang bersangkutan beserta keluarganya yakin bahwa ibadah hajinya sudah dijalankan semuanya," jelasnya.

Selain menyangkut pencatatan ibadah bagi jamaah yang sakit, Syairozi juga menuturkan bahwa dua Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah disiapkan. Artinya, dalam hal ini ada tambahan pelayanan kesehatan yakni kalau tahun lalu dilakukan dari kamar-kamar jamaah, untuk tahun ini ada klinik yang disiapkan di pemondokan.

"Nah, untuk pelayanan kesehatan tersebut, kami manfaatkan tenaga kesehatan kloter yang terdiri atas satu dokter dan dua perawat," kata Mawari. Selain itu, imbuhnya, akan dibentuk tim jaga yang akan melayani jamaah haji yang memerlukan pelayanan kesehatan. Sedangkan untuk yang menyangkut pendistribusian obat-obatan akan dilakukan dua minggu ke depan.

Tidak ketinggalan Mawari dalam kesempatan ini mengimbau kepada jamaah yang mempunyai catatan khusus mengenai penyakit yang dideritanya suoaya tetap dibawa. Hal ini dimaksudkan agar tenaga medis yang menanganinya bisa melanjutkan berdasarkan catatan yang ada. (Ful)


You Might Also Like :


0 comments:

Poskan Komentar