Jumat, 13 Agustus 2010

PUASA DAPAT MEMBANGUN KEDISIPLINAN, KEPEKAAN DAN KEBERSAMAAN

Posted On 08.33 0 comments


Dalam acara Damai Indonesaku Edisi Ramadhan 1431 H yang ditayangkan oleh TV One tepat pada waktu sahur pertama puasa Ramadhan 1431 H / 11 Agustus 2010 kemarin, Ustadz Zainudin MZ menyampaikan satu materi yang cukup begus dan sangat memotivasi yang berkaitan dengan hikmah puasa.
Beberapa hal yang dapat saya ringkas dalam penjelasan beliau adalah antara laih bahwa diantara hikmah puasa adalah:

1. Puasa dapat membangun kedisiplinan

Kedisiplinan adalah sikap untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang sesuai dan dalam waktu yang ditentukan. sebuah pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.

Apabila seseorang menginginkan kesuksesan, maka disiplin tidak bisa lepas darinya. Demikian itu karena telah terbukti bahwa orang-orang sukses adalah orang yang penuh disiplin. Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyeleseikan segala apa yang telah direncanakannya. dia tidak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan. Disiplin yang mebuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat beban yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal tersebut.

Maksud dari puasa yang dapat membangun kedisiplinan adalah ; disaat seseorang sedang berpuasa dia harus menahan diri dari segala hal-hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. 

Orang yang berpuasa tidak boleh makan dan minum sekalipun makanan dan minuman itu halal hukumnya. Artinya, meskipun makanan dan minuman itu halal, kita tidak boleh memakannya kecuali bila maghrib telah tiba.

Orang yang terbiasa berpuasa, dia akan terbiasa untuk disiplin dalam segala aktifitasnya. dia jadi pemimpin, jadi rakyat, jadi murid, jadi guru dan jadi apapun dia akan tetap disiplin.

2. Puasa dapat membangun kepekaan

Kepekaan adalah sikap responsif terhadap hal-hal yang ada dilingkungan kita. Kepekaan akan menimbulkan sikap empati terhadap orang lain. Seboga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang memiliki kepekaan. Begitupun dengan hati, semakin bersih hati kita, insyaallah akan semakin peka terhadap apapun. Jika hati sudah peka, maka akan bisa mendeteksi sesuatu dengan baik.
Dengan puasa, seseorang akan merasakan penderitaan orang-orang miskin yang sering merasa lapar karena kesulitan memperolih makanan. Maka dengan puasa ini, seseorang akan peka dan tumbuh keinginan untuk menolong orang lain.

Demikian itu karena Kepekaan akan menimbulkan Kepedulian, dan Kepedulian akan menimbulkan Kebersamaan.

Sebagaimana yang kita ketahuai bersama, bahwa kebanyakan orang saat ini hanya MERASA PINTAR akan tetapi TIDAK PINTAR MERASA.

3. Puasa dapat membangun kebersamaan

Kita telah memehami bahwa puasa dapat menumbulkan kepekaan, maka kepekaan ini akan menimbulkan kepedulian, dan kepedulian akan menimbulkan kebersamaan.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Allah Subhanahu wata’ala menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat ada yang lemah, ada yang kaya ada juga yang miskin dan seterusnya. Begitu juga Allah Subhanahu wata’ala telah ciptakan manusia dengan keahlian dan kepandaian yang berbeda-beda pula. semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat. Orang kaya tidak apat hidup tanpa orang miskin yang menjadi pembantu, pegawai, sopir dan sebagainya. Begitu juga orang miskin  tidak dapat hidup tanpa orang kaya yang memberinya pekerjaan dan mengupahnya.

Disaat seseorang telah menyadaribahwa dirinya tidak dapat hidup sendirian tanpa orang lain, maka sudah barang tentu seseorang harus menanam kebaikan terhadap orang lain tersebut.

Bila seseorang tidak perduli dengan penderitaan orang lain dan tidak terpanggil hatinya untuk berbuat kebaikan kepada orang lain, maka akibat yang muncul adalah dia akan ditinggalkan orang.

Satu pendidikan besar yang akan berhasil membangun kepedulian  dan kepekaan adalah puasa yang tentunya pada akhirnya akan menimbulkan kebersamaan. Sikap tolong menolong dan saling melengkapi akan tumbuh bersemi dengan indahnya apabila seseorang telah sukses dalam puasanya.

Semoga Ramadhan 1431 H ini akan memberikan hasil positif yang dapat kita rasakan usai Ramadhan nanti. Kita berharap, puasa ini akan mengajari kita disiplin, peka terhadap orang lain dan lingkungan serta membangun kebersamaan dalam kehidupan kita. Wallahu a’lam.