Minggu, 14 Maret 2010

PENGENALAN DAN PENGUKURAN POTENSI DIRI


23.53 |


Pemateri :
Dra. Betta Maria Daranin.M.Pd.I

Kegiatan :
Diklat Pim IV angkatan XIV Tahun 2010

Hari/Tgl.:
Kamis,04 Maret 2010

Tempat :
Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Tidak ada seorangpun yang tidak ingin mencapai ‘sukses” dalam hidupnya. Namun, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.

Banyak orang merasa gagal, tidak berdaya dan tidak bisa meraih sukses dalam hidupnya. “Saya sudah bekerja dengan sangat keras, tapi hidup saya tidak ada perbaikan apapun, sementara orang lain hidupnya begitu mudah”. “Jenjang karier di kantor saya tidak jelas, orang yang mendapatkan posisi yang baik belum tentu oprang yang tepat”. “Karier saya dari dulu tidak berubah, karena atasan saya tidak suka dengan saya”. Memang saya tidak mampu, diri ini bodoh, makanya saya tidak pernah berhasil”. Yah, sudah nasip saya begini, pendidikan saya rendah, orang tua saya orang biasa-biasa saja, jadi pantas saja kalau saya tidak berhasil”. Demikianlah antara lain keluhan sebagian orang yang merasakan hidupnya gagal, tidak sukses dan merasakan dirinya tidak berarti. Bahkan keluhan itu tidak hanya sekedar keluhan hati, tapi sudah menjadi obrolan seru di sudut-sudut kantor bahkan menjadi keyakinan yang mengakar dalam diri.

Kita sering ragu akan kemampuan diri sendiri untuk membuat perubahan. Jangankan membuat perubahan untuk lingkungan, membuat perubahan di dalam hidup kita sendiri pun kita merasa tidak mampu. Kita merasa terperangkap dalam segala keterbatasan. Kita sering lupa, bahwa kita adalah makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Di dalam diri kita ada kemampuan, ada kekuatan dan kekuasaan tak terbatas (Anthony Robbins, penulis Inner Strenght dan Unlimited Power).

Lalu mengapa ada orang yang bekerja keras namun hidupnya tetap saja susah dan orang yang kerjanya santai tapi hidupnya berkelimpangan sukses. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini. Salah satu penyebabnya adalah karena seseorang bekerja tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Itulah pentingnya seseorang mengenal dan mengukur potensi dirinya.

Pengenalan dan pengukuran potensi diri sangat diperlukan bagi seorang pemimpin. Untuk itu pemahaman tentang potensi dirinya sangat dianjurkan. Pengukuran potensi diri tersebut dapat dilakukan melalui diri sendiri (intruspeksi diri), melalui feed back dari orang lain serta tes-tes psikologis.

Dengan mengetahui potensi diri, maka diharapkan seseorang dapat memaksimalkan potensi – potensi positif (kekuatan-kekuatan) yang dimiliki dan meminimalkan kelemahan-kelemahan yang ada.

Adapun manfaat pengembangan potensi adalah untuk mengembangkan nature dan nurture secara tepat. Nature adalah kepribadian manusia yang terbentuk dari bawaan/lahir/bakat. Sedangkan nurture adalah kepribadian manusia yang terbentuk karena pengaruh lingkungan. Dengan demikian pengembangan potensi diri berarti berusaha mengembangkan kepribadian yang berasal dari dalam/bakat dan dikembangkan setelah berinteraksi dengan lingkungan dimana seseorang berada.


You Might Also Like :


0 comments:

Poskan Komentar