Selasa, 16 Maret 2010

PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN (PMPK)


10.31 |


Pemateri :
1.H.M.Tahmid, M.Pd
2.Drs.H.A.Shodiqin,MM

Kegiatan :
Diklat Pim IV angkatan XIV Tahun 2010

Hari/Tgl.:
Senin,08 Maret 2010

Tempat :
Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Membuat sebuah keputusan merupakan fungsi utama dari seseorang administrator dalam mengelola suatu organisasi. Pembuatan keputusan memerlukan proses meliputi identifikasi permasalahan, alternatif pemecahan masalah, sampai menentukan alternatif pemecahan untuk menjadi sebuah keputusan yang terbaik.

Keputusan itu sendiri sangat bervariasi, sehingga diperlukan adanya kemampuan mulai dari aspek melihat situasi awal dari suatu kejadian yang memiliki potensi akan terjadi masalah, menemukan masalah sampai teknis membuat keputusan dengan harapan para pengambil keputusan tahu teori-teori terhadap setiap langkah yang akan ditetapkan/diambilnya.

Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan harus dimulai dengan proses yang rasional, sebab manajer dalam suatu organisasi tidaklah berdiri sendiri, mereka merupakan kelompok (tim) yang secara bersama-sama melakukan tugasnya agar tercapainya tujuan secara efektif dan efisien.

Definisi sebuah masalah dapat diartikan berbagai makna diantaranya masalah dapat diartikan sebagai perbedaan antara keadaan sekarang (dasain) dan keadaan yang diharapkan / diinginkan (desolen), atau masalah merupakan penyimpangan (bias) dari yang seharusnya dilakukan ataupun juga masalah adalah sesuatu pekerjaan yang dilakukan namun tidak sesuai dengan ukuran (standar) yang ditetapkan.

Secara umum model-model pemecahan masalah dan pengambilan keputusan pada dasarnya terdiri dari 4 (empat) langkah kegiatan utama yaitu : Identifikasi masalah, Analisis masalah, alternatif pemecahan dan menetapkan keputusan.

Adapun kerangka-kerangka pokok dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan adalah : (1) Analisa Situasi (menginventarisir masalah dan menentukan masalah prioritas); (2) Analisa Persoalan (mengidentifikasi penyebab masalah dan menentukan penyebab utama); (3). Analisa Keputusan (membuat alternatif pemecahan dan menentukan alternatif yang paling baik); (4). Analisa Persoalan Potensial (mengidentifikasi hal-hal yang akan terjadi dan menentukan tindakan pencegahan ).

Penentuan situasi merupakan titik awal dalam melihat permasalahan, dan hal ini berawal dari gejala awal kerisauan (concern). Pemeriksaan terhadap penentuan prioritas akan menjamin bahwa kerisauan yang tinggi akan mendapatkan penyeleseian yang lebih ideal sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Beberapa hal yang mendasar dalam menilai situasi antara lain: mengenali kerisauan dalam situasi yang menghendaki tindakan, mengklasifikasi kerisauan-kerisauan tersebut untuk memusatkan perhatian pada hal yang lebih spisifik, menentukan kriteria-kriteria prioritas untuk mengatur urutan penyeleseian kerisauan-kerisauan tersebut dan menentukan posisi kerisauan-kerisauan untuk mengidentifikasi proses yang paling sesuai terhadap penyeleseian selanjutnya.

Bila kita dihadapkan dengan suatu masalah, biasanya kita cenderung memusatkan perhatian terhadap tindakan apa yang akan kita ambil untuk mengurangi akibat yang akan ditimbulkan. Tapi jika tindakan yang diambil ternyata persoalannya masih ada maka semua itu akan sia-sia.

Analisa Permasalahan membantu kita mengumpulkan informasi mengenai berbagai persoalan yang ada, sehingga kita dapat menemukan sebab yang sesungguhnya sebelum melakukan pemecahan masalah.

Sering kita menghadapi suatu keputusan dengan berbagai macam alternatif pilihan. Ada tiga hal mendasar untuk menetapkan alternatif pilihan agar jatuh pada keputusan yang tepat yaitu; menetukan sasaran, menilai alternatif, dan menilai akibat atau dampak yang akan terjadi kalau keputusan itu ditetapkan.

Dalam menetukan alternatif pemecahan masalah kita dapat menggunakan berbagai macam pisau analisis penentuan alternatif antara lain; pohon alternatif pada PKT, Diagram Force Field Analisys (analisis kekuatan medan), Formulasi strategi SWOT (strength, weakness, opportunity dan threat), dan lain sebagainya, sedangkan untuk melakukan pemilihan kriteria kita dapat melakukannya dengan Teori Tapisan Mc Namara, Metode CBA (Cost Benefit Analisys), dan lain-lain.

Konklusi yang dapat kita petik dari materi ini adalah, bahwa setiap pemimpin maupun administrator dituntut agar mempunyai kemampuan untuk memprediksi segala kemungkinan yang akan terjadi, supaya keputusan dapat diimplementasikan secara baik. Hal ini disebabkan adanya ketidakpastian yang terjadi dimasa mendatang, sebab keputusan yang dibuat saat ini akan berdampak pada masa yang akan datang yang penuh dengan ketidakpastian.

Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti memberikan pemahaman kepada kita bahwa pengambilan keputusan tidak memiliki informasi lengkap tentang kejadian dimasa mendatang.

Dengan mempelajari teknik pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, paling tidak kita telah memiliki bekal dasar untuk bagaimana cara kita menghadapi sebuah masalah dan mampu menganalisisnya sekaligus membuat keputusan dari hasil analisis yang telah kita buat. Tentunya, dengan semakin sering kita melatih diri untuk melakukan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan maka akan semakin matang pula kita dalam menganalisis persoalan.


You Might Also Like :


0 comments:

Poskan Komentar