Sabtu, 13 Maret 2010

KEPEMIMPINAN DI ALAM TERBUKA ( KIAT )


13.41 |


Pemateri :
1. Drs.H.Hisyam Ma’sum,M.Si
2. Drs.H.A.Shodiqin,MM

Kegiatan :
Diklat Pim IV angkatan XIV Tahun 2010

Hari/Tgl. :
Selasa,02 Maret 2010
Tempat :
Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Kepemimpinan di alam terbuka yang selanjutnya disebut KIAT, merupakan kajian tentang pembinaan perilaku kepemimpinan dan manajerial yang meliputi komponen-komponen mengnali diri sendiri, orang lain, kelompok dan lingkungan melalui pengalaman di alam terbuka. Kajian demikian dianggap relevan, bukan saja karena alam semesta dengan berbagai peristiwa alam itu merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga karena kepemimpinan dan manajemen yang efektif senantiasa berlandaskan prinsip-prinsip alamiah yang bersifat universal.

Kepemimpinan (leadership) pada hakikatnya adalah sikap, pikiran dan semangat kejiwaan (state of mind and state of spirit), yang terpanggil untuk memimpin dengan segala macam ucapan, perbuatan dan perilaku hidup, untuk mendorong dan mengantarkan kepemimpinannya ke arah tujuan bersama. Dengan demikian, dimensi kepemimpinan mencakup aspek yang luas, sejak penampilan pribadi (individual), hubungan antar pribadi dan bidang hubungan-hubungan dalam organisasi.

KIAT (Kepemimpinan di Alam Terbuka) merupakan cara pembelajaran dimana dalam pelaksanaannya menggunakan alam sebagai medianya. Diantara filosofi yang mendorong pelaksanaan KIAT dengan menggunakan alam sebagai media pembelajaran adalah bahwa dengan KIAT kita belajar dari alam sekitar, karena alam memiliki sifat terbuka, jujur, amat terpercaya dan konsisten dengan hukumnya serta merupakan habitat dari segenap makhluk yang ada di dunia ini termasuk manusia. Agar bisa bertahan hidup (survival) di muka bumi ini maka kita harus banyak belajar dari alam.

Dengan belajar melalui alam ini akan terjadi interaksi baik antar peserta dengan alam, peserta dengan widyaiswara maupun antar peserta dengan peserta. Dalam hubungan ini akan terjadi interaksi secara nyata tanpa adanya kepura-puraan. Selain itu, dengan belajar melalui alam ini melepaskan diri dari belenggu rutinitas, peraturan-peraturan yang kaku, kebiasaan, petunjuk/pedoman dan pengawasan yang ketat, sehingga peserta akan sulit untuk berkembang.

Dengan belajar melalui alam ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan eksperimen (percobaan) dalam mengembangkan berbagai macam alternatif dalam memecahkan berbagai masalah atau melaksanakan berbagai permainan/games yang diberikan. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa dengan belajar melalui alam ini akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memaksimalkan/menggunakan otak kanan dan otak kirinya.


You Might Also Like :


0 comments:

Poskan Komentar