Selasa, 16 Maret 2010

ETIKA KEPEMIMPINAN APARATUR


08.02 |


Pemateri :
Drs. Slamet Riadi,MM

Kegiatan :
Diklat Pim IV angkatan XIV Tahun 2010

Hari/Tgl.:
Jum’at,05 Maret 2010

Tempat :
Balai Diklat Keagamaan Jakarta


Dalam lingkungan organisasi pemerintahan, seorang aparatur dituntut untuk bekerja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Secara etis, seorang aparatur terpanggil untuk melayani kepentingan publik secara adil tanpa membedakan kelompok, golongan, suku, agam serta status sosial. Seorang aparatur harus dapat menjadikan dirinya sebagai panutan tentang kebaikan dan moralitas pemerintahan terutama yang berkenaan dengan pelayanan publik.

Pada era demokratisasi dan reformasi dewasa ini perilaku kepemimpinan kepemerintahan harus mengarahkan orientasi kepada masyarakat luas dengan meningkatkan kepekaan untuk mendengarkan aspirasi yang berkembang termasuk saran, tanggapan, keluhan, bahkan kritik terhadap penyelenggaraan kepemerintahan publik.

Untuk itu diperlukan pemahaman tentang bagaimana seorang aparatus khususnya pemimpin kepemerintahan berperilaku.

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau satu organisasi. Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan setiap orang anggota. Nilai-nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Seperangkat nilai-nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis moral.

Dalam kehidupan organisasi terdapat berbagai permasalahan yang pemecahannya mengandung implikasi moral dan etika. Diantara alasan mengapa norma moral etika itu diperlukan dalam organisasi antara lain; Karena etika berkaitan dengan perilaku manusia. Agar bisa mengikuti kehidupan sosial yang tertib manusia memerlukan kesepakatan, pemahaman, prinsip dan ketentuan lain yang menyangkut pola perilaku. Karena dinamika manusia dengan segala konsekuensinya baik bersifat norma moral maupun etika perlu dianalisa dan dikaji ulang, hal ini dimaksudkan agar tetap relevan dalam memperkaya makna kehidupan sseorang, kelompok, organisasi dan masyarakat luas yang pada gilirannya memperlancar interaksi antar manusia. Pentingnya etika dalam ere modern ini lebih jelas terlihat bila diingat bahwa etika menunjukkan kepada manusia nilai hakiki dari kehidupan sesuai dengan keyakinan agama, padangan hidup dan sosial.

Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Nilai-nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik. Dalam praktek kehidupan organisasi tak ada tolok ukur yang mutlak tentang yang benar dan salah. Pemahaman tentang yang benar dan yang salah itulah mendasari perlunya dalam organisasi.

Nilai-nilai etika yang dikembangkan diterima dan disepakati menjadi seperangkat norma organisasi dan menjadi acuan atau pedoman dalam bersikap dan bertindak dari seluruh jajaran organisasi pemerintah.

Seiring dengan kemajuan zaman, kepemimpinan seorang aparatur dituntut untuk memiliki kompetensi dalam memecahkan berbagai persoalan dan perubahan paradigma serta berperan sebagai direction setter atau memberikan arah.


You Might Also Like :


0 comments:

Poskan Komentar